Rabu, 31 Mei 2017

Jika manusia berusaha melawan hukum alam, maka ia akan menghancurkan dirinya sendiri

 Benarkan usaha yang pernah kita lakukan itu ada yang sia-sia, tidak berguna, tanpa hasil ?
Sering kali kita ragu, gak yakin dengan hasil apa yang kita lakukan, keraguan adalah bentuk ketidak percayaan pada diri sendiri, tidak percaya akan usaha yang dilakukan oleh kita sendiri. Kalau kita tidak bisa percaya pada diri sendiri bagaimana kita bisa berusaha maksimal, kalau kita tidak bisa berusaha maksimal bagaimana kita bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Dalam ilmu fisika ada yang namanya rumus momentum :

m1*v1=m2*v2

m=massa
v=kecepatan

rumus itu menurut saya berlaku juga dengan usaha versus hasil:

usaha1*usaha2 = hasil1 atau
usaha1*usahaA = hasil1*hasilB*hasilZ...~
kalau mereferensi pada rumus momentum setiap usaha tentu selalu ada hasilnya, tapi masalahnya apakah hasil itu selalu dengan "bentuk" yang kita harapkan? nah ini kadang sering jadi teka-teki, seringkali apa yang hasil usaha yang kita lakukan tidak sesuai dengan yang kita "angankan/harapkan".

"bentuk" yang saya maksud bisa berupa wujud, angka, waktu dsb, bisa jadi usaha yang kita lakukan sekarang hasilnya 2 tahun mendatang, bisa jadi kita sekarang berusaha menggeluti usaha dibidang properti tapi ternyata dapat rejeki malah pada saat jualan bakso.

Setiap hasil yang kita nikmati saat ini tidak lepas dari setiap usaha kita dimasa lalu, artinya kalau kita ingin hasil yang "baik" dimasa mendatang, maka kita harus berusaha "baik" mulai saat ini.
Benih-benih usaha kita saat ini suatu saat akan menjelma menjadi "hasil".

Kalau kita yakin bahwa setiap usaha yang kita lakukan pasti ada hasilnya maka kita tidak akan pernah untuk berhenti ber-usaha karena kita sudah yakin bahwa setiap usaha tidak ada yang sia-sia, tak akan ragu bahwa suatu saat kita akan menikmati hasilnya.

Tiada kekuatan se-dasyat yang namanya "keyakinan", sebuah keyakinan bisa merubah sesuatu yang dianggap mustahil menjadi mungkin. Bagaimana cara menumbuhkan keyakinan? jawabannya adalah percaya pada diri sendiri, beri kepercayaan pada diri dan pelajari pola alam, hukum alam jadikan itu pegangan. Setelah kita memahami dan mengalami apa itu percaya pada diri sendiri, bagaimana itu hukum alam bagaimana itu pola alam maka insyaAllah akan tumbuh yang namanya keyakinan..
contohnya, kita bekerja menjadi karyawan setiap tanggal 27 akhir bulan kita dapat gaji, kondisi perusahaan bagus, maka setiap bulan kita sudah tidak berpikir jauh menganalisa kita sudah yakin dengan sendirinya bahwa bulan depan diakhir bulan kita dapat gaji

by: Pranju Harlon Sinaga
#nagabaek86
Wa: 081381568043

Jumat, 11 September 2015

Jalan Yang Tidak Kutempuh

Jalan Yang Tidak Kutempuh

" Selama anda terus melakukan apa yang selama ini anda lakukan, anda akan mendapatkan apa yang selama ini anda dapatkan. Jika anda tidak suka dengan apa yang anda dapatkan, anda perlu mengubah apa yang anda lakukan selama ini ".

By: Pranju Harlon Sinaga
( sinaga baek )

Bisa dipanggil

Jalan Yang Tidak Kutempuh
Dua jalan bercabang dalam remang hutan kehidupan
Dan sayang aku tidak bisa menempuh keduanya
Dan sebagai pengembara, aku berdiri lama
Dan memandang ke satu jalan sejauh aku bisa
Kemana kelokannya mengarah di balik semak belukar
Kemudian aku memandang yang satunya, sama bagusnya,
Dan mungkin malah lebih bagus,
Karena jalan itu segar dan mengundang
Meskipun tapak yang telah melewatinya
Juga telah merundukkan rerumputan,

Dan pagi itu keduanya sama-sama membentang
Di bawah hamparan dedaunan rontok yang belum terusik
Oh, kusimpan jalan pertama untuk lain kali !
Meski tahu semua jalan berkaitan
Aku ragu akan pernah kembali
Aku akan menuturkannya sambil mendesah
Suatu saat berabad-abad mendatang
Dua jalan bercabang di hutan, dan aku…

Kamis, 20 Maret 2014

MOTIVATOR HIDUP

sukses tidak begitu diukur dari posisi yang telah dicapai seseorang dalam hidupnya, tapi dari rintangan yang berhasil dilaluinya ketika mereka berusaha mencapai kesuksesan.


kualitas hidup seseorang berbanding lurus dengan komitmen mereka terhadap kesempurnaan, terlepas dari apapun bidang yang mereka pilih.




Jagalah diri Anda agar selalu bersih dan terang; Anda adalah jendela, dimana melaluinya-lah, Anda akan melihat dunia

Senin, 17 Maret 2014

hidup dengan sahabat

Sahabat terbaik adalah dia yang dapat duduk berayun-ayun di beranda bersamamu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan kemudian kamu meninggalkannya dengan perasaan telah bercakap-cakap lama dengannya.

Sungguh benar bahwa kita tidak tahu apa yang kita milik sampai kita kehilangannya, tetapi sungguh benar pula bahwa kita tidak tahu apa yang belum pernah kita miliki sampai kita mendapatkannya.

Rabu, 09 Oktober 2013

Kepimpinan Dalam Hati

Didalam dunia ini, tiada siapa yang mahu merasa kecewa dan terluka. Apatah lagi menjadi lemah akibat daripada permainan perasaan ini. Merasa lemah dan tidak tenang sehinggakan air mata ingin sekali untuk menitis setiap waktu.
Cinta itu ada pasang surutnya. Setiap pertemuan pasti bertemu perpisahan.
Namun bukan semua masalah kekecewaan berlaku kerana percintaan & masalah jodoh. Ada juga yang kecewa mungkin kerana perkara lain. Boleh jadi akibat terluka dengan tindakan ibu bapa. Malah, mungkin juga berkecil hati dengan sikap anak – anak kita.
Pendek kata banyak perkara yang membuatkan hati kita menjadi remuk rendam dan membuatkan kita merasa lemah.

Menenangkan hati Kecewa

Kita ingin mengelak daripada kelihatan lemah. kita berpura – pura kuat. Kita tersenyum, tetapi dalam hati siapa yang tahu betapa peritnya hati kita. Sampai bila kita harus berpura – pura?
Ingatlah, kita semua adalah manusia. Manusia yang dikurniakan hati dan perasaan. Ada perasaan lemah & duka.
Mungkin disaat anda sedang membaca artikel ini, anda sedang merasa lemah dan kecewa. Hati anda merasa tidak tenang. Mungkin sahaja anda terjumpa artikel ini dari link FB ataupun tergoggle entri ini secara tidak sengaja.
Bismillah, izinkan saya berkongsi beberapa cara untuk menguatkan dan menenangkan kembali hati yang sedang lemah. Insyaallah, saya juga hamba Allah yang pernah mengalami situasi ini, semoga beberapa petua yang dikongsikan ini dapat memberi membantu anda juga.

1. Membaca Surah Yassin

Mungkin selama ini kita kurang membaca Al – Quran atau jarang sangat membuka kitab suci ini. Mungkin ini salah satu sebab kita mudah untuk terganggu dan merasa tidak tenang. Oleh itu marilah kita kembali menghidupkan amalan ini.
Semasa saya sedang mengalami “keserabutan” dulu, saya mengamalkan membaca surah Yassin setiap kali selesai solat. Alhamdulillah, setiap kali usai membaca Yassin, saya akan merasa tenang.
Memang surah ini mempunyai aura yang mampu menenangkan hati. Setelah itu, boleh beransur menambah bacaan dengan membaca surah – surah yang lain. Sangatt menenangkan hati
Bagaimana jika sedang haid? Dengarlah bacaan surah ini melalui mp3, etc..



Selepas itu berdoalah. Berdoalah apa sahaja. Adukan masalah kita direct kepada Allah. Mintalah ketenangan hati.
** tips supaya mudah nak bangun **
- Berwudhuk sebelum tidur
- Baca surah Al Mulk atleast 10 ayat (paling malas la tu..)
- Baca doa tido dan niat dalam hati “Ya Allah, aku memohon kepada Mu supaya bangunkan aku pada waktu paling afdhal untuk berdoa pada Mu
- Kunci jam

4. Elakkan Mendengar Lagu Bertema Kecewa – Kekecewaan

Ini penting kepada mereka yang baru sahaja mengalami putus cinta / tunang, sila hindari dari suasana yang boleh membuatkan anda sebak. Elakkan mendengar lagu yang bertemakan putus cinta & kecewa.
KIta ingin menenangkan hati, bukan ingin menyesakkan hati kan? Jangan menabur garam diatas luka kerana ianya pedih. Biarlah dahulu luka itu sembuh :)


Ini yang paling penting sekali. Sentiasa mengingati Allah. Yakinlah dengan sepenuh hati bahawa Allah maha mengetahui dan sentiasa bersama kita walaupun apa pun.
Apa yang membuat kita sedih, Allah lebih Maha Kuasa Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi kita. Yakinlah kesedihan dan rasa tidak tenang yang Allah beri itu adalah agar kita kembali mengingatiNYA.
Penutup :
Itu adalah beberapa tips yang ingin saya kongsikan bersama anda. Ini adalah pengalaman saya dalam menangani rasa tidak tenteram dan bangkit dari kesedihan.

By: Pranju harlon sinaga